7 Tempat Wisata Paling Sulit Dijangkau di Indonesia, Pencinta Alam Wajib Coba

Beberapa kawasan alam area di pegunungan dan lembah-lembah terpencil di Indonesia banyak menyimpan keindahan alam yang jarang tersentuh manusia. Terisolasi dibalik medan curam dan berbahaya, untuk menjangkau tempat-tempat itu dibutuhkan usaha ekstra. Perjalanannya tentu saja tidak mudah, tapi kalau kamu menyukai tantangan, tidak ada salahnya mencoba!

Seperti dilansir dari theculturetrip.com via TribunTravel, berikut 7 tempat wisata paling sulit dijangkau di Indonesia:

1. Taman Nasional Gunung Leuser (Aceh)



Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) adalah sebuah tempat pelestarian alam seluas 1.094.692 hektare yang meliputi daerah administratif Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. TNGL juga menyimpan kekayaan ekosistem pantai sampai pegunungan tinggi. Semuanya dikelola untuk tujuan penelitian, pendidikan, budidaya, pariwisata, dan rekreasi.


Taman Nasional Gunung Leuser
TNGL adalah rumah bagi 89 spesies langka dan dilindungi, mulai dari Orangutan Sumatera, Badak Sumatera, harimau, gajah, beruang madu, rangkong papan, Ajag, siamang, dll. Karena itu wilayah TNGL termasuk ke dalam Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Sebagian besar kawasannya memiliki topografi yang curam dan ekstrem.

2. Pulau Breueh (Aceh)

 Pulau Breueh (Aceh)
Tidak banyak orang yang tahu tentang keindahan alam Pulau Breueh di Aceh. Selain karena lokasinya yang sangat terpencil, kurangnya fasilitas-fasilitas penunjang membuat wisatawan kesulitan untuk menjangkau tempat ini. Tapi, kita tetap bisa menggunakan jasa perahu nelayan di Pelabuhan Melingge untuk sampai di Pulau Breueh.

Perjalanan panjang kita akan tergantikan begitu tiba di lokasi. Panorama pantai pasir putih, cantiknya rimbunan vegetasi hijau, berbagai jenis spesies ikan dan terumbu karang alami akan menyapa orang asing yang datang ke Pulau Breueh.

3. Pulau Siroktabe (Sumatera Utara)

Pulau Siroktabe

Siroktabe adalah salah satu pulau tak berpenghuni di Indonesia yang dikelilingi hutan dan pantai yang sangat cantik. Pulau Siroktabe bahkan diakui dunia sebagai “Top 10 Ultimate Honeymoon Islands” oleh Lonely Planet. Pulau ini berada di Kepulauan Nias, Sumatera Utara.

Pulau ini sangat terisolir dari kehidupan perkotaan, bahkan nelayan pun jarang berlayar di sana, karena jarak lokasinya mencapai 15 km dari desa terdekat. Karena jarang disentuh manusia, kondisi lingkungan di Pulau Siroktabe masih sangat natural. Yang pasti, keindahan alam di sini bukan sesuatu yang bisa kita temukan dengan mudah!


4. Gua Jomblang (Yogyakarta)


Gua Jomblang memiliki bentuk yang sangat unik. Gua ini terbentuk secara alami akibat proses amblesnya tanah ke dasar bumi ribuan tahun silam. Reruntuhan itu membentuk sinkhole, yaitu semacam sumuran dengan luas mulut gua selebar 50 meter. Gua Jomblang saat ini difungsikan sebagai area konservasi vegetasi purba dan destinasi wisata.

Gua Jomblang
Dengan struktur gua seperti itu, cahaya matahari yang masuk melalui mulut gua membentuk sebuah tiang cahaya yang menyinari flowstone di dalam lorong yang sangat gelap. Siapa pun yang melihat itu akan takjub dengan keindahannya! Gua Jomblang terletak di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Untuk menjangkaunya kita harus melewati turunan vertikal yang licin dan sangat curam.

5. Danau Kaco (Jambi)

Danau Kaco
Danau Kaco berada di Desa Lempur, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Danau ini adalah satu dari sekian tempat di Indonesia yang telah dijadikan situs warisan dunia UNESCO. Danau ini memiliki luas sekurang-kurangnya 90 m2 dengan kedalaman yang belum diketahui pasti.

Danau ini tidak seperti danau pada umumnya, setiap malam bulan purnama ia akan mengeluarkan cahaya yang cukup terang, seolah-olah danau itu memiliki sumber cahaya sendiri. Masyarakat setempat meyakini kalau cahaya itu berasal dari intan yang terpendam di dasar danau. Intan itu diletakkan oleh Raja Gagak, seorang penguasa dari masa lampau. Untuk menjangkau tempat ini kita perlu berjalan kaki menyusuri hutan selama 3 sampai 5 jam dari Desa Lempur.

6. Carstensz Pyramid (Papua)

Carstensz Pyramid

Carstensz Pyramid berada di kawasan yang sama dengan gunung Jayawijaya, sebuah gunung karang dengan hamparan salju abadi di beberapa area puncak. Gunung ini memiliki ketinggian 4.884 meter dari permukaan laut. Jalur aksesnya bisa ditempuh melalui desa Ilaga dan Sugapa, namun tentu saja tidak mudah untuk menjangkaunya.

Kekayaan alam Papua sudah terkenal hingga ke mancanegara, banyak sekali potensi wisata alam yang bisa dieksplorasi. Khususnya di sekitar daerah pegunungan Jayawijaya. Maka tak heran kalau kawasan tersebut masuk ke dalam salah satu “seven summit” di 7 benua di dunia.


7. Lembah Baliem (Papua)

Lembah Baliem

Surga tersembunyi selanjutnya berada di Tanah Papua, tepatnya di lembah pegunungan Jayawijaya. Lembah itu dikenal sebagai “Lembah Baliem” atau disebut juga “Grand Baliem Valley”. Di lembah inilah Suku Dani dan suku-suku asli Papua lainnya menetap. Lokasi Lembah Baliem berada 27 km dari Wamena, di atas ketinggian 1600 meter dari permukaan laut di sebuah distrik bernama Walesi.
Di Lembah Baliem sering digelar festival-festival kebudayaan yang menjadi ajang adu ketangguhan antarsuku setempat, sebagai simbol kesuburan dan kesejahteraan. Selain itu, pertunjukan-pertunjukan budaya dan seni lainnya sering dilakukan oleh penduduk Pegunungan Tengah. Walaupun lokasinya terpencil, Lembah Baliem sebenarnya kaya akan budaya.

Itulah 7 tempat wisata paling sulit dijangkau di Indonesia. Apakah kamu tertarik untuk berkunjung ke salah satu tempat di atas? Jangan lupa untuk terus mengikuti perkembangan info-info unik lainnya hanya di tapakwisata.com!
Previous Post Next Post

نموذج الاتصال